AMBISI DAN KEBOSANAN

Manusia adalah makhluk yang tak akan pernah puas dengan hasratnya. Manusia selalu ingin lebih, baik dari pengetahuan, harta, kekuasaan, bahkan pasangan. Lalu kapan Kita akan puas? Tidak akan pernah! Karena ketika kita melihat sesuatu yang menarik, maka kita akan berusaha untuk memilikinya.

Pada saat lahir kita seperti kepulan awan putih, terlihat bersih dan tanpa wujud melambangkan kita yang polos tanpa keinginan. Lambat laun awan putih itu perlahan tak lagi putih, menjadi kelabu gelap melambangkan keinginan kita mulai tumbuh. Seiring berjalannya waktu menghasilkan gerimis lalu menjadi hujan lebat, melambangkan usaha yang kita lakukan demi meraih keinginan.

Kita selalu ingin meraih impian. Saat kita berhasil meraih keinginan, tanpa sadar kita akan punya keinginan baru. Hal ini akan menjadi ambisi agar kita bisa hidup dengan bahagia. Impian bagaikan cahaya manusia ditengah kegelapan. Kita akan terus membuat cahaya itu, namun kita sering terburu-buru hingga lupa bahwa semakin terang sebuah cahaya maka makin kelam bayangannya dan bayangan akan selalu mengikuti pergerakan kita.

Terlalu asyik dan bersemangat demi keinginan melupakan bayangan yang menjadi masalah. Terkadang kita membiarkan terus mengikuti hingga menjadi benih benalu. Tanpa sadar benih itu akan tumbuh, mengakar menjadi batang lalu membuahkan lara dan menumbuhkan daun masalah.Saat kita dalam masalah, kita akan cemas, takut dan muram. Kita terlalu sibuk membersihkan daun lupa terhadap akar dan berpikir semuanya akan kembali baik-baik saja.

Mewujudkan impian memanglah lumrah dan manusiawi. Tetapilebih baik melakukannya selangkah demi selangkah dan tidak terburu-buru agar kita tak kecewa karena mimpi yang besar perlu waktu untuk diwujudkan.

Dalam meraih impian, kita seperti dihadapkan oleh sebuah tembok yang sangat tinggi yang diseberanginya adalah impian kita. Pilihan kita hanya dengan usaha atau kembali kearah yang lain atau menyerah. Namun hasilnya akan tetap sama saat kita mencari arah lain karena kita akan mendapati tembok baru. Jadi janganlah menyerah! Lakukan hal yang kau bisa untuk menghancurkannya karena selanjutnya masih banyak tembok yang perlu dihancurkan sampai kita merasa bahagia.

Namun, saat kita beristirahat menghancurkan tembok itu kita akan sibuk dan akan bosan. Agar kita tak bosan, kita akan mencari cara menghilangkan kebosanan agar tetap semangat menghancurkan tembok itu. Cara kita juga berbeda mengusir kebosanan, ada golongan yang lebih suka menggores jiwa di tempat penuh Kilauan yang disuguhkan minuman yang dapat terbakar bersama teman, kekasih, bahkan selingkuhan. Ada pula yang dirumahnya sekedar menatap handphone seperti menonton, membaca dan membalas pesan di dunia Maya, atau bergoyang di depan kamera. Ada pula golongan yang menghabiskan bosan di kedai kopi bersama teman, kekasih, selingkuhan, atau bersama ruang pengap kesendirian. Di kedai kopi disuguhkan kafein, tembakau dan handphone serta sinyal WiFi biasanya sepaket colokan. Di sekitar akan didapati aktivitas yang berbeda. Ada yang sekedar membaca buku, menonton, berdiskusi, melepas rindu dengan kekasih, atau menemani teman yang menemui kekasihnya dan ada pula bermain game yang berbeda seperti tawuran onlinedemi menaikkan rank, perang online demi mendapat ayam dan ada pula yang akan kegirangan saat mendapat suara superwin.

Dan pengusir kebosanan seperti nikotin yang membuat candu kita akan lupa soal masalah yang perlahan mulai tumbuh lalu terbengkalai karena kita sering berpikir semuanya akan baik-baik saja. Namun kita jarang bersyukur dengan apa yang telah didapatkan karena saat menjumpai masalah kita sering mengeluh.

Kita selalu punya sesuatu yang dikeluhkan tiap hari, Kita terkadang mengeluh dengan keadaan, namun apakah kita berpikir bahwa ada orang yang justru keadaannya lebih buruk, kita mengeluh soal pekerjaan namun diluar sana masih banyak pengangguran, kita mengeluh soal pasangan tetapi diluar sana masih ada yang tak punya pasangan.

Tidak apa-apa mengeluh karena hal ini salah satu cara kita Menyalurkan perasaan, tetapi jangan terlalu sering seperti hanya kitalah yang paling menderita. Hentikanlah mengeluh saat agar kita menjadi manusia yang tangguh.

Jadi lakukanlah yang dapat kita lakukan, raih apa yang bisa kau jangkau, jangan sampai memaksakan diri agar saat menerima cobaan kita tak kecewa dan menyerah dan berakhir mengeluh. Terkadang kita gagal namun jangan menyerah jangan menganggap kegagalan hal buruk karena keberhasilan kita tak akan tercapai tanpa pernah mengalami kegagalan. Gagal atau tidak, setidaknya kita tetap bergerak maju karena saat kita maju sesuatu akan mendekat.

[TheChamp-FB-Comments style="background-color:#fff;"]
Deprecated: WP_Query disebut dengan argumen yang ditinggalkan sejak versi 3.1.0! caller_get_posts telah usang. Gunakan ignore_sticky_posts saja. in /home/udc10072020/public_html/kolongkata/wp-includes/functions.php on line 5061