Ketiran

Angin dan ombak saling mengutuk

Petir dan guntur bak celetuk

Hujan berparuh deras mematuk

Namun, hatiku masih kekal menjaga suntuk

Lontaran surat mengenai jarak

Mengolah kata menjadikannya pasak

Menabung rindu dengan hati terserak

Perih, tak ada penawarBagai asin yang tak bisa ditawar

Melempar nasib seperti melempar runcing

Menusuk, menerobos batas hening dan sunyi

Rasaku belum mati Lalu mengapa? Kau datang sebagai peziarah

Kau tak lain dari kata fatamorgana

[TheChamp-FB-Comments style="background-color:#fff;"]