Selamat yang Selamat Tinggal

Menghampiri penghujung Agustus
Yaum demi yaum berlalu
Tepat yaum kini adalah yaumnya
Beremak sembahyang dipanjatkan untuk jiwamu

Semua kembali kepada nafsimu
Kendati jampi-jampi berjebah mendatangimu
Tidak akan ada yang menyilih
Tanpa gentaran nafsimu

Entah
Yaum kini yang akan menjadi saat yang ragil akan kita
Ataukah esok, pamrihku kini terasa hambar
Tetaplah berlaju sembari kucuraikan risau yang menyayat ini

Moga-moga Sepanjang masamu bugar dan dibuai tabik
Moga-moga Sentosalah dan sampai jumpa kembali