November : Rasa yang Membisu

Inisial namaku “S”, di bulan Juni kemarin, usiaku genap 19 tahun. First impression orang-orang tentangku? Katanya aku ramah, sangat terbuka. Tetapi ketika membahas perihal hati, pribadiku yang terbuka akan berbanding terbalik.

Jujur, aku tipikal perempuan yang tidak mudah terbawa perasaan, pembawaanku juga agak tomboy. Buktinya aku belum pernah berpacaran hingga saat ini. Karena menurutku pacaran itu tidak masuk akal sedari dulu.

Tetapi kali ini, perasaan ku jauh berbeda dari sebelumnya. Iya, aku mengagumi seseorang. Entah mengapa aku merasa canggung dan tidak pantas dengan perasaan ini. Mari kuceritakan kisah perasaanku.

Ketika membandingkan awal interaksi hingga saat ini. Aku tercengang dengan skenario Tuhan. Kucoba mendustai bunyi “ini hal yang wajar”. Tetapi batinku menolak keras, dan mengimani bahwa ini semua adalah ketetapan-Nya untuk skenario hidupku.

Awalnya masih biasa saja, meski ada sedikit rasa penasaran tentangmu.
Iya itu! Aku pernah menjumpaimu di lorong Fakultas, jauh sebelum kita bertemu secara wajar di hari itu. Pekikku dalam hati di bulan november kemarin, “Aku pernah melihatnya, iya seingatku hari itu di Fakultas, dia lewat di depanku”

Saat ini aku berpikir, sekuat itu kah ingatanku? mengingat orang yang tak dikenali hanya kebetulan melewati lorong Fakultas yang sama. Jangka waktu hari itu dengan bulan november terakhir, menurutku sangatlah jauh.

Di waktu kita telah saling mengenal, saat itu juga aku terkesan dengan pribadimu. Memang, titik ketertarikanku pada seseorang adalah kecerdasannya. Jadi jika aku menjumpai orang orang cerdas aku mudah menyimpan kagum. Bagaimana pun rupanya, syukurlah aku tidak pernah terusik tentang rupa.

Purnama demi purnama berlalu, akhirnya aku memutuskan untuk menjadi penggemar rahasianya. Aku jelajahi setiap akun sosial media yang dia punya, dan juga aku kunjungi blog pribadinya, kemudian membaca semuanya. Akhirnya rasa kagumku semakin kuat, keyakinanku menyimpulkan bahwa dia sosok panutan dan juga Inspirasi di mata banyak orang, termasuk aku. “Ternyata dia penulis yang hebat! Luar biasa!”, gumamku.

Pribadinya adalah seorang kutu buku, dan penggemar kopi. Kukenang kembali memori tentangnya di bawah rembulan kala itu. Ketika dia menawariku secangkir kopi. Namun aku tolak dengan sedikit senyum. Tanpa dia sadari, dahagaku lenyap saat melihatnya ditemani kopi berpadu susu dan juga krim yang menyatu dalam cangkir. Sembari kutatap matanya yang candu dengan buku.

Waktu berlalu, jika menghitung hari-hari yang telah menghubungkan kita. Sudah tepat jika akhirnya kita semakin akrab. Namun nyatanya, begitu melihatnya, kemudian berinteraksi. Aku masih saja canggung. Bicaraku sedikit, tetapi terlihat jelas mengamatinya.

Saat gerimis hujan kala itu, aku tidak menyangka. Mata kita bertemu, dalam beberapa detik. Rasanya dia ngin berucap sesuatu, aku menunggu dalam diam namun dia berlalu tanpa sapa, lalu membiarkanku ditelan waktu yang sekejap berhenti. Ya, menurutku pribadinya cukup cuek. Jarang menatap, hanya bicara di waktu yang tepat. Aku sedikit kecewa akan hal itu.

Begitu kemudian, waktu masih berjalan. Rasa canggungku yang kemarin telah berkurang seiring waktu berjalan, tetapi canggungnya masih melekat namun tidak sekuat kemarin. Menurutku, kisahnya di masa lalu sudah cukup banyak tersampaikan padaku. Aku bahagia dengan itu.

Suatu hari, skenario yang Tuhan hadirkan di hari-hari itu sungguh di luar dugaan. Isi skenario itu adalah sesuatu yang sakral untuk perempuan khususnya aku sendiri.

Entahlah, aku berusaha tak perduli dengan akhir kisah dalam hubungan “yang wajar ini”. Intinya, banyak vitamin baik yang aku dapatkan. Aku bersyukur dan menikmati hari kemarin, hari ini dan esok.

Apa pun akhirnya, aku terima. Harapan pertama, semoga kita terikat dalam ikatan yang sah di masa depan. Harapan kedua, jika harapan pertama tidak tertulis dalam skenario Tuhan, aku berdoa atas keselamatan dan kebahagiaannya. Paling tidak kenangan tentangnya terukir dalam naskah skenario hidupku, tertulis di bagian Kebahagiaan.

[TheChamp-FB-Comments style="background-color:#fff;"]