Rengkuh Aku Sekali Lagi dalam Kembalimu

Sayup-sayup terdengar memilukan
Kabar haru bercampur gembira menyelimuti ketegaran hati sang pejuang
Waktumu kini telah kembali untuk berkiprah
Di negeri seberang yang disebut rantau

Kicau burung tak ambil peduli dengan tangis yang kuisakkan pagi ini
Setelah beberapa purnama kau menanti pertemuan diam-diam rindumu tak terbalas oleh egoku yang amuk karena jarak

Darimu kumaknai perjuangan sebagai jalan hidup bukan sekadar nada sumbang di jalanan
Dalam sunyi yang jauh dari dekapan sana lalu kita bertukar rindu lewat genggaman

Maafkan aku dengan segala ketidakpedulianku
Atas kepulanganmu yang terbatas oleh amanah

Aku justru lupa nasihat eyang
Bahwa yang fana adalah waktu

Empat bulan terakhir bukanlah waktu yang singkat untuk memendam rindu akan sebuah temu
Namun pada akhirnya temu hanya mungkin kita gelar lewat tulisan

Jika sekiranya waktu merestui dan Tuhan menakdirkan esok lusa aku teringin kau merengkuhku dalam pikiran
Biarlah nestapa dan nirwana yang menemani kita di meja kopi masing-masing menyambut rindu

[TheChamp-FB-Comments style="background-color:#fff;"]