Si Presiden Mahasiswa

Pagi ini kulangkahkan kakiku untuk membuat cerita hari ini, sang matahari belum lagi muncul tertutup awan karena cuaca sedang mendung. Menelusuri jalanan Jakarta yang begitu macet, banyak kendaraan berlalu lalang melintasi jalan Ibu Kota. Semoga hari ini aku beruntung untuk tidak telat sampai ke kampus. Hari ini aku akan bergulat dengan rumus, mata kuliah yang sungguh menguras tenaga otakku untuk berfikir terlalu keras.

Sesampaiku di kampus, ruangan masih sepi belum ada satu mahasiswa pun yang datang. Kuputuskan untuk pergi ke kantin mengisi perutku yang sudah keroncongan, dalam perjalanan menuju kantin aku bertemu dengan adinda sahabat sewaktu masa ospek, Aku pun mengajaknya menemaniku menuju kantin, pandanganku mengitari seluruh kantin tiba-tiba mataku jatuh pada salah satu makhluk yang diciptakan Tuhan dengan ketegasan dan kewibawaanya. Dialah Presiden mahasiswa, Aku mengenalnya sewaktu dia mengisi sambutan dalam acara ospek.

Sosok yang bagiku sangat elegan dan berwibawa bahkan dia sangatlah tegas dalam mengambil semua keputusan, siapa yang tidak mengenal dia Presiden mahasiswa yang dikenal seantero kampus. Yang banyak di gandrungi para gadis-gadis kampus. Dan salah satunya adalah aku!, entahlah dari mana aku mulai mengaguminya dan kapan aku mulai mengaguminya.

Dia duduk di sebelah mejaku, sepertinya dia sedang mengadakan rapat dengan seluruh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kupandangi bagaimana dia berbicara, mengemukakan pendapat atau bahkan ada pendapat yang ditolak olehnya. Menjadi seorang Presiden Mahasiswa bukanlah sebuah hal yang ringan. Untuk menduduki posisi tersebut kita harus melalui perjalanan dan pembelajaran yang optimal.

Seorang Presiden Mahasiswa nantinya diharapkan mampu menjadi seorang pemimpin yang handal serta menjadi panutan bagi seluruh mahasiswa. Untuk menjadi seorang PRESMA haruslah memenuhi banyak kriteria, seperti kebijaksanaan, kearifan, ketegasan, barang tentu juga kesabaran.