Hujan Deja Vu

Jika doa adalah rapalan harapan

Rintik hujan akan menjadi saksi

jatuhan air selalu dikritik, waduh, kepalaku basah,

Di rerumputan kuning nan gersang

tetiba ibu memanggil,

hari ini hujan Bu, hati menggerutu, badan masih basah

Dikerik sampai berwarna merah

Punggungku bau bawang

Minyak telon habis tidak sempat beli

Di satu titik air aku lihat Deja vu

Semua harapan semakin tinggi,

Aku kangen Ibu, rindu bertemu

Doa-doa rapalan ibu menggerutu bisu

Aku bahkan ingin dipukul Ibu pakai kayu,

Hujan semakin deras, begitu juga dengan tangisku

Andai-berandai, titik-titik dari awan berwarna gelap

Bisa menjatuhkan rindu kelabu

Seperti pada majas-majas bulan hujan