Serumit Para Bulan

Januari adalah bumi kehidupan

Lalu februari lari mengoyak asa bersama maret ia sendu

April mengetuk jiwa-jiwa remuk

Lalu mei hadirkan penawarnya

Juni hadir dengan rintihan tangis

Lalu juli menari bersama nestapa kemudian luluh lalu pergi 

Agustus adalah akhir dari kisahku

Berdarah bersama september

Lalu diukir oleh oktober

Bersama november ia merajuk mengenai kisah desember yang dipisah dengan januari