Mengatur Kepergian

Perihal kamu yang gagap menemukan sepintas alasan untuk menetap, entah karena kamu yang terlalu beralasan dari pergi,

Ataukah aku yang sejak lama terdampar jauh dari munajat sepi
Hingga kita sama-sama sepakat mengakhiri dan tak saling menawarkan jalan kembali atau berhenti berbalas kasih dan peduli

Pada suatu pagi, Aku berlalu di pinggir keramaian tempat dahulu kita bertukar sapa dan mengatur sua kembali,

Seorang pria berdasi berdiri sembari mencubit pipimu, aku melintasi matamu yang menelusuri jejakku

Tak ada yang perlu disesali dari pergi, selain diriku yang masih pura-pura tak peduli