Ayat-Ayat Istikharah

Ada namamu yang bertebaran 
Dalam remang mihrabku

Menjuntai dan basah di ujung lirih
Gugurlah, sedu sedangkal mata kaki

Sedalam jarak sua bulan matahari

Ohh, rapuh selalu, sajak-sajak yang kurawat untuk Tuhan demi kudaraskan dengan menyebut namaNya dan namamu

Aku masih dalam mihrabku, 

Yang menahun memintamu

Tuhan tidak benar-benar jujur untuk kata TIDAK, dan aku tidak bodoh menerjemahkan isyaratNya

Demikianlah orang itu “Yang selalu merisaukan apa yang tak ada di depan matanya”. Firmannya

Tanpa sebenarnya tahu, ada hidangan mewah darimu pagi nanti