Asik Berebut Jatah

Bulan kembali menitip senyum di angkasa..
Cahayanya bak tinta perak di atas sana..
Harapan, cemas dan doa tak hentinya mengudara..
Peristiwa dan rencana terus dibaca seperti biasa..
Bangsa-bangsa mirip anak kecil memperebutkan barang-barang langka..
Yang berdasi kelihatannya nampak bingung mau kemana..
Sisanya atas nama-Nya tak hentinya menghambur angkara..
Si Jelata muak, bingung mana di antara mereka yang bisa dipercaya..
Saat kita asik berebut jatah..
Lalu di hadapan istilah-istilah baru kita menjadi latah…
Siapakah yang mengurusi piring-piring mereka yang merana…
Merana, tak satupun di antara kita yang menjadikannya cita-cita.. Tapi tak sedikit yang begitu, hanya karena kurang serakah… Hanya karena, yang serakah adalah selain dari mereka..

Makassar 27 Mei 2020