Hati

Berpuisilah atas dasar keagungan-Nya
Agar norma tak tersekat
oleh pemikiran yang semakin asing dengan jati diri
Bukankah indah?
Melantunkan ayat kehidupan
Seiring sejalan seirama
Berharap majas surga di akhir nafas

Diksi kehidupan
Bak menanak bebatuan
Untuk menghentikan tangis si bocah malang
Yang merintih memecahkan gendeng telinga

Dimana hati nurani?
Tauhid mulai dalam rima beriringan syariat
Agar gema menjadi ma’rifat yang tak terlihat
Karena daging?
Tak mampu menembus putihnya hati yang suci

Wahai hati..
Bukankah kesucianmu melebihi tangisan bayi, yang baru lahir
Namun mengapa?
Kekuatanmu seperti mimpi
Yang hanya singgah lalu pergi tak kembali
Bila kosong adalah isi
Dan isi adalah kosong
Maka matilah dalam hidup
Agar dapat bersembunyi di tempat yang terang

Padamu Yang Maha Lembut
Muliakan hati
Jauhkan dari segala sifat manja
Dengan segala bentuk warna dunia..