Terompah Tua

Terompah tua itu memekik di ujung jalan saban hari
Mengusap peluh di bawah terik demi sesuap nasi
Yang berdasi sibuk dengan citra dan matematika
Sedang kaum bulus sibuk mikir makan besok lusa
Si dungu tak henti-hentinya berbicara
Menciptakan kontroversi di antara manusia
Baby Boomer sibuk bergunjing pagi-pagi
Milenial asik mikir gaya masa kini
Abai dengan bekal lintas dimensi
Padahal maut tanpa jeda mengikuti
Terompah tua itu bercahaya
Punya kedudukan istimewa di Surga