Buih Lautan

Buih lautan
Tangis keabadian teriris tipis
Di tengah badai kegelisahan, kesengsaraan
Kita mati pasti sendiri
Kita hidup memupuk amal
Jika pergi bersama sama menyakitkan
Aku memilih diam sepi
Hujan tetap memekikkan telinga
Anak-anak kecil tetap merengek
Entah sampai kapan
Langit akan tetap mendung
Pulang membawa badan
Kampung tetap tertutup
Pulang membawa jariyah
Kampung kembali terbuka lebar
Aku diam di tengah desing peluru
Yang menghujam telingaku setiap saat
Takut, pasrah, hanya memohon-Nya
Kapan berhenti, waktu
Denyut merah masih menyala-nyala
Menunjukkan gelombang garis tidak lurus
Aku keluar aku mati
Aku diam aku hidup
Aku hanya butuh takdir dan rezeki, bukan dirimu
Kita hanya buih lautan menunggu giliran