Ramadhan yang Berbeda, Tidak Menghilangkan Semangat Spiritualitas

Ramadhan menjarkan kita kehangatan berkumpul dengan keluarga (bukan iklan teh sari wangi😅). Bulan ini dikenal dengan segala halnya yang selalu mendekatkan kita kepada Allah. Semua orang pasti menyadari Ramadhan kali ini begitu berbeda dengan tahun kemarin. Di desa-desa lumrah terdengar suara anak-anak, remaja hingga orang tua sekalipun yang berkeliling dengan membawa bunyi-bunyian kala memasuki waktu sahur. Kebiasaan membangunkan warga ini mungkin telah mendarah daging di beberapa tempat. Buka bersama hingga sholat tarwih berjamaah di masjid.

Tapi kini tidak lagi, karena adanya pandemi yang merajalela hingga menyebabkan pemerintah menerapkan phicycal distancing. Ini juga berdampak pada penutupan masjid hingga seluruh kegiatan yang kerap kali dilakukan pada bulan ramadhan yang bertempatkan di masjid dan dikeramaian tidak lagi ada. Sedih pasti. Namun yakin saja setiap kejadian pasti ada hikmah didalamnya.

Mungkin saja Allah ingin membuat kita kembali dekat bersama keluarga dengan semua yang serba di rumahkan. Membangun sebuah kebiasaan baru seperti membaca Al-Quran dan memperbanyak zikir. Alangkah indahnya sebuah rumah terbangun dengan suasana islami dan tentunya rumah yang islami akan menghadirkan banyak berkah. Terlebih dengan membiasaan memperhatikan unsur-unsur islami selama di rumah pun akan menghadirkan akhlak-akhlak yang baik bagi orang-orang yang berada di dalamnya. Yah dengan adanya pandemi ini memberikan kita sebuah teguran yang teramat dalam. Jangan biarkan keadaan membuat otak berhenti berfikir dan kukuh akan nalar.