Dilarang Bertanya Tentang Masa Lalu

Kemarin pagi, sekotak paket berisi sepasang bibir merah lengkap dengan gincu sampai di depan rumahku. Ku letakkan sepasang bibir itu di salah satu sudut ruangan, ku masukan ke dalam almari kaca dan ku jaga ia dengan baik agar tetap terjaga seperti sedia kala. Meski ku tau bibir itu pernah jadi milik orang lain, pernah dikecup lembut oleh orang lain. Tapi sekarang, ia kepunyaan ku. Sudah hilang darinya masa lalunya, sudah cukup kisahnya. Sekarang ia kepunyaan ku, milikku.Ku letakkan papan larangan di bawah almari itu, agar tidak seorang pun yang datang bertamu bertanya tentang masa lalunya.