Rencana-Nya Terindah

Tanpa sadar kita sering gerutu sesuatu yang telah terjadi ketika itu bukanlah apa yang kita kehendaki. Padahal sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik untuk kita dan sesuatu yang kita anggap buruk belum tentu buruk untuk kita, bukan?

“Allah tidak menghendaki keburukan bagi kita dan menghendaki kebaikan bagi untuk kita” MasyaAllah. Lalu kenapa kita masih sering menggerutu sesuatu yg telah terjadi? Padahal sudah jelas Dia tidak menghendaki keburukan bagi kita, tentunya apa yg terjadi adalah yg terbaik untuk kita.

…Jika kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan “Seandainya aku mengerjakan ini, niscaya begini dan begitu”. Akan tetapi katakanlah, “Semua itu telah menjadi takdir Allah dan apa yang Allah kehendaki itu pasti terjadi.” Sesungguhnya kata ‘seandainya’ akan membuka pintu perbuatan setan. (HR. Muslim)

“…Bila ia ditimpa kebahagiaan, ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya. Bila ia ditimpa kesusahan, ia bersabar dan itu menjadi kebaikan pula baginya”. (HR. Muslim)

Maka apapun yang terjadi hendaknya kita bersyukur, bukan malah terus menerus menggerutu seakan tidak terima atas apa yang terjadi/kehendakNya. Janganlah pula kita menyiksa diri, misalnya dengan mengatakan kepada diri sendiri “seandainya aku tidak melakukan ini, niscaya tidak akan begini”. Karena hal itu hanya akan membuat kecewa dan menyesali apa yang sudah terjadi.

…لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ…

…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu… (Q.S Ibrahim:77)

Kadang kita baru menyadari/mengambil hikmah/mendapatkan pelajaran dari setiap yang terjadi ketika itu telah kita lalui, bukan? Kenapa kita tidak langsung menerima nya? Kenapa harus menggerutu dulu. Lupa akan bersyukur? Belajarlah membiasakan diri untuk selalu bersyukur karena banyak nikmat yang akan Allah beri ketika kita mensyukuri atas apa yg telah terjadi. Dan bersabarlah sesungguhnya dengan itu membuat kita menjadi tenang. Wallahu ‘Alam.