Kembali Sadar Spiritual

Secangkir kopi di warkop kini hanyalah sia-sia belaka
Hangatnya cangkir pembicaraan, dingin seketika
Jangankan saling bersua dalam cerita
Bertatap muka saja sukar mengenalinya.

Huru hara perkotaan
Hening seketika
Tanpa berkegiatan dalam keinginan
Terbatas dalam ruang kepung di sana

Merengek ketika wabah melanda
Makhluk tak kasat mengetuk pintu siapa saja
Mengintai di balik jendela
Dan mematikan bak senjata

Oh, apakah yang terjadi?
Apakah semua ini?
Apakah ini?
Apakah ini?

Kedatanganmu menghilangkan harmoni pergerakan
Menutupi pintu-pintu tempat peribadahan
Seakan datang mengajar, hilangkan hubungan sosial
Sehingga ego individual dibesarkan

Apakah alam murka pada manusia?
Karena telah merusak darat dan laut
Apakah alam menyeimbangkan dirinya?
Karena manusia berkembang pesat, berbanding terbalik dengan lahan.

Yang pasti datangnya melemahkan suatu bangsa
Lemah ekonomi, lemah pangan, dan lemah-lemah lainnya.

Tak ada yang bisa diperbuat
Hanyalah tetap usaha untuk waspada
Di rumah aja kata mereka
Tapi tidak makan hari ini kata yang di antara mereka.

Yang muncul keresahan, ketika dia pergi
Meninggalkan bencana yang lebih besar lagi
Kembali ke desa jadi jalan terbaik
Harmonisasi dengan alam,
Kembali ke kesadaran spiritual

Goa corona mengajarkan untuk merenung
Renungkan di dalam keheningan lockdown
Di dalam hening sapa Yang Maha
Hanyalah perbuatan perbuatan benar harap mampu selamatkan.

Selamatkan manusia
Selamatkan bumi
Sehat Indonesiaku
Sehat bumiku

Bulukumba, April 2020