Buah Nestapa

Matahari tenggelam di ufuk barat
Meninggalkan luka yang brsekat-sekat
Mericuhkan hati sampai melekat
Lalu pergi tanpa isyarat

Ku teguhkan hati sekeras baja
Menyeimbangkan hati seperti neraca
Membalut luka-luka lama
Agar utuh tak terpecah belah

Bulan datang membawa secercah harapan
Bersinar untuk kenyamanan
Tapi tak jua meringankan
Menghancurkan menjadi serpihan

Ku mendengar cerita nestapa
Yang berlabuh di kegelapan
Tertatih-tatih aku memapah
Dengan serpihan hati yang kesunyian

Medan, 09 Maret 2020