Karena Lingkungan

Intelektual seseorang memiliki hubungan yang erat terhadap lingkungannya. Lingkungan seseorang tersebut bergaul, sehingga dapat dikatakan bahwa kecerdasan seseorang bergantung dengan pergaulannya.

Seseorang bergaul dengan anak social maka secara berangsur tanpa disadari anak tersebut akan memiliki nilai kerjasama yang tinggi meskipun sering sekali diselingi dengan candaan yang tidak serius, anak dalam jalur ini biasanya tidak membedakan waktu antara serius dan bercanda.

Lain halnya dengan seorang anak yang menempuh jalur science, anak dalam jalur ini akan sering bertingkah serius, mungkin sebuah motto “bercanda sewajarnya” berlaku pada anak jalur ini, karena mereka lebih mengutamakan pembedaan kelompok dimana saat mereka harus bersikap serius dan dimana mereka akan bercanda.

Selain dua jalur di atas terdapat satu jalur lagi yang di mata orang mungkin merupakan suatu jalur anak di atas rata-rata. Namun, kejadian yang sebenarnya terjadi dalam lingkungan ini sangatlah berbeda dari yang di pikirkan banyak orang. Pada jalur ini mungkin dapat dikatakan gabungan dari dua jalur sebelumnya diatas, jalur ini merupakan jalur acceleration.

Anak yang terjebak pada jalur ini dapat dikatakan seorang anak yang memiliki solidaritas yang tinggi, kerjasama yang baik dan ego yang ketinggian. Kerjasama yang dijalin anak jalur ini sangatlah tinggi dan berbanding lurus dengan solidaritasnya. Namun ada kalanya mereka saling meninggikan ego. Ego dalam hal ini berupa ego yang tidak mau tertantindingi untuk menjadi yang terbaik.

Contoh kecilnya, sebuah ego yang tidak ingin mendengar sebuah perintah karena semua ingin menjadi seseorang yang memerintah. Sehingga dalam hal ini, terdapat sebuah perebutan kekerasan berupa ketua kelas.