Duri Bungamu Tak Mampu Lukaiku Lagi

Indahnya masa remaja…
Yang penuh dengan jenaka …
Bagaikan daun basah yang tak lagi tergenang di rawa…

Masa yang penuh dengan ambisi …
Yang kadang tak memakai kesadaran diri …
Namun kadang tak sadar telah menyakiti dan melukai …

Kadang melupakan arti kebijakan dalam persahabatan.. 
Melampiaskan amarah dengan merusak nama yang terlukis di pohon… 
Mudah rusak dan rentan karena masalah berbeda pendirian… 

Seolah menempatkan posisi mereka berada di antara jurang yang tajam…
Sakitnya kata-kata yang terlontar karena kecemburuan dan amarah tertanam.. 
Membuat hati tak lagi bertameng dengan kebungkaman …

Banyak nya ego di antara mereka membuat posisi  seakan tak berdaya…
Membuat relung hati tak lagi termakan rayuan racun ulat sutra…
Ini menyadarkan bahwa sikap bijaksana dan dewasa lah yang bisa untuk menghadapinya.. 

Hati semakin terlapis keras bagai kayu jati.. 
Ilmu adalah tangga untuk menuju kesukesan hayati maupun jasmani..  
Yang dapat membuktikan bahwa tangisan akan berevolusi menjadi pembuktian yang dulu di ragukan seputih melati.. 

Membuktikan bahwa mata dan suara yang tak pernah menganggap..
Bahwa seorang yang bungkam bagaikan awan yang tenang terlelap.. 
Pasti akan bersuara bergemuruh bagaikan petir jika sudah pada waktu yang sudah semestinya yang sudah semesta ramal sejak gelap…