Pilihan Redaksi Edisi Ketiga Januari

“Bahasa tak dihidupkan dengan kepastian, tapi dengan imajinasi” kata Goenawan Mohamad. Manusia hidup dalam bahasa, dan bahasa hidup dalam sejarah. Kata-kata selalu menolak menyempitkan diri di satu makna dan sejarah telah membuktikannya. Seperti kolongkata.com. ada dan terus berlipat ganda.

Edisi kali ini, tim redaksi menjatuhkan pilihan favorit pertama pada naskah Pernah Sedekat Gincu dengan Bibirmu karya Sarjum. Naskah ini adalah sebuah puisi sederhana yang tersesat dalam kerinduan. Penulis menggambarkan kenangan dengan pilihan diksi metaforis yang “gurih”. Diksi-diksi dengan metafora yang berhasil menyusun karakter tokoh yang mewakili “kita” sehingga puisi ini seolah membawa kita pada situasi bagaimana seharusnya bersikap dalam “rindu yang tak bermuara” sebanding dengan “buku kehilangan pembaca”.

Naskah berjudul Kelam yang Tersandung karya Evipeach menjadi naskah favorit kedua. Naskah berbentuk cerpen ini mengkritik persoalan jodoh dan cinta yang terhalang oleh strata sosial dan masa lalu (yang kelam). Sentuhan-sentuhan lokalitas membawa kesan tersendiri ketika tokoh Julaeha, ibu Mushap menunjukkan sikap optimis yang kuat berbicara soal takdir.

Favorit ketiga, redaksi memilih naskah Pemuda dan Sepiring Nasi dari Tuhan, karya seseorang berinisial M.S.H. Naskah ini mengangkat sebuah cerita yang tak lagi baru bagi pembaca. Ceritanya banyak ditemukan pada kisah-kisah inspirasi tentang janji Tuhan dalam berbagai versi. Namun kali ini, penulis mampu membawakannya dengan sedikit sentuhan jenaka.

Selanjutnya naskah Ada yang beda karya Zhldy_Syaff. Naskah berbentuk puisi ini bermain diksi komparatif yang berfokus pada “waktu”. Sejumlah karakter yang dimunculkan dalam puisinya dibenturkan dengan tokoh “aku” seolah menunjukkan betapa “waktu” mampu mengubah “sesuatu” menjadi “sesuatu-yang lain”. Dan terakhir ada naskah My Oppa karya Lia. Naskah ini adalah cerita mini yang mengangkat sebuah wacana yang tergolong baru di kolongkata.com. Sebuah kisah tentang fanatisme seorang remaja terhadap idolanya.

Demikian lima tulisan favorit redaksi edisi kali ini. Nantikan 15 karya yang terpilih bersama edisi yang lain di bulan Januari ini dalam bentuk ebook di menu “buku” dalam m.kolong.team. atau dalam aplikasi kolong. Dan untuk naskah favorit pilihan redaksi yang akan mendapatkan honor kepenulisan jatuh pada naskah Pernah Sedekat Gincu dengan Bibirmu karya Sarjum (https://kolongkata.com/2020/01/21/pernah-sedekat-gincu-dengan-bibirmu/). Kepada penulis diharapkan segera mengirim nomor rekening tujuan melalui nomor 085231268898.

Demikian untuk minggu ini. Selamat bermitra bersama kolong.team. Jangan lupa upload naskah buku dan nikmati koleksi karya di koleksi.kolong.team.

Tim Redaksi