Terimakasih Sudah

Kekuatan terbesar manusia ada pada saat ia lemah. Ini bukan sebuah pepatah, namun kenyataan yang tanpa dianalisa dan dicari kebenarannya.

Ingin memperjelasnya? Pernah anda mengalami yang namanya ejekan saat masih duduk di bangku SD, SMP atau SMA? Saya anggap semua pasti pernah merasakannya meski hanya kata “hu” yang keluar dari mulut teman.

Bagaimana kondisi anda saat itu? Jawabannya… lemah tak berdaya. 

Namun saat berbalik, itu bisa lebih menyakitkan dari kata “hu“. Ada yang hanya menyimpannya sebagai cambukan untuk membuktikan bahwa ia bisa lebih hebat dari mereka dan ada juga yang hanya diam termenung.

Bagaimana jika konsep diatas dituangkan kedalam cerita cinta?

Bukan hanya ejekan, cinta yang selama bertahun tahun pun bisa lenyap sekejap jika ketidakcocokan muncul. Tidak hanya mereka yang tengah pacaran, Suami istripun bisa berpisah jika itu tiba.

Lantas, jika itu terjadi, apa yang anda lakukan? Mereka yang tengah merasakannya akan mengalami hal yang berbeda beda.

Ada yang mabuk-mabukan dengan kondisinya, ada yang tidak bisa makan, ada yang galau, bahkan ada yang tersenyum bahagia (berlaku untuk pria dan wanita).

Pertanyaannya, haruskan melakukan hal buruk ketika mengalaminya?

Tidak ada yang bisa menebak hati seseorang namun bisa merubahnya. Ketika putus atau pisah dengan pasangan, jangan melakukan hal buruk, karena sesungguhnya “di atas langit masih ada langit” yang artinya kondisi yang anda alami tidak seberapa dibandingkan mereka yang lebih buruk.

Apa yang harus anda lakukan? Jawabannya… Jadikan kondisi anda sebagai cambukan untuk melaju ke masa depan.

Buktikan jika kamu layak dipertahankan dan buat dia menyesal dengan kondisi kamu yang sekarang.

Berterimakasih? itu harus kamu lakukan jika menemuinya suatu hari nanti. Karena dia, kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau.