Harapanku Masih Sama

“Jika saja sejak awal aku tau akhir dari kisah ini. Jangankan dekat denganmu. Mengenal mu saja, aku mungkin tak ingin.”

Harapanku selalu sama, entah dia segera menemukan perempuan baru dalam hidupnya atau aku yang menemukan laki-laki baru dalam hidupku. Semuanya belum berubah. Aku masih selalu menantikan pesan singkat yang memberiku kabar bahwa kamu telah bersama wanita lain.

Segeralah menemukan wanita itu.

Kamu ingat? Aku pernah mengatakan “Bahagiaku adalah ketika kau bahagia” Lantas mengapa masih kamu pertanyakan kondisiku saat ini? Bagaimana mungkin aku bahagia ketika dirimu saja seperti orang yang kehilangan jejak di muka bumi? Kau hanya tak paham betapa aku ingin menggenggam tanganmu. Menjadi penunjuk jalan saat kau kehilangan arah. Membuatmu tak lagi seperti manusia yang sedang tersesat dan hilang arah.

Maaf jika egoku terlalu banyak menuntut. Sebab itu aku memintamu mencari wanita lain. Secepatnya. Agar aku punya satu alasan untuk tidak tetap tinggal pada perasaan yang sama.

*Cerita yang aku berakhir meski tak pernah aku mulai.-