Pilihan Redaksi Edisi Pertama Januari

Dewasa ini, perkembangan teknologi telah mengisi berbagai fungsional sektor kehidupan. Efisiensi produktifitas berubah drastis. Beberapa pekerjaan bahkan manusia digantikan oleh mesin. Namun ada satu pekerjaan yang sampai kapanpun takkan tergantikan oleh mesin, yaitu menulis. Menulis adalah proses kreatif yang tidak banyak orang ahli di dalamnya. Sehingga keahlian semacam ini, perlu untuk diberikan apresiasi tertentu, dan kolongkata.com. menyediakan hal itu.

Edisi kali ini, redaksi memilih naskah Kuburan Digital karya Mustabsyratul Ailah. Sebagaimana kelahiran biologis, ada korelasi antara kelahiran dan kematian. Sama halnya dengan dunia digital. Naskah ini mengajak kita untuk mempersiapkan warisan “masa depan” yang kelak menjadi “masa lalu” dengan hati-hati, sebab segala bentuk aktifitas “selancar dunia maya” kita akan terekam dan akan menjadi kenangan. Kenangan yang nantinya akan bercerita tentang nama yang telah kita tinggalkan. Siapa di antara kita yang telah mempersiapkan “kuburan (digital)”?

Selanjutnya, naskah berjudul ASN dan cita-cita Emak karya Deehope menjadi favorit kedua. Naskah ini mengangkat wacana yang sedang hangat dibincang-siapkan oleh kebanyakan masyarakat “terdidik” saat ini dengan dibukanya pendaftaran CASN tahun pengangkatan 2020. Penulis mencoba memberikan kritik terhadap pola pikir kebanyakan orang tua yang menitik beratkan kesuksesan pada satu-satunya profesi yaitu “abdi negara” dengan segala bentuk comfort zone yang dimilikinya. Ada satu bentuk kekhawatiran yang diungkap dalam naskah ini terlihat pada kutipan percakapan “Aku” dengan “Kekasihnya” yang mempertanyakan apakah memiliki pasangan seorang ASN itu adalah cita-cita orangtuanya atau cita-citanya sendiri? Tentu saja ketakutan ini lebih pada ketakutan pewarisan pola pikir yang keliru.

Naskah favorit ketiga berjudul Keinginan 2020 karya Sarjum. Naskah berbentuk puisi ini tidak terlepas dari tradisi pergantian tahun oleh kebanyakan orang yang melakukan refleksi terhadap kenangan-kenangan setahun yang lalu dan memanjatkan harapan untuk tahun yang akan dilaluinya. Harapan yang sembari “melipat kenangan” juga ingin “melipat jarak” untuk mengobati rindu seorang kekasih yang terluka penuh lebam oleh dogma-dogma “kesetiaan”.

Naskah favorit terakhir adalah Sepucuk Rindu karya Riska dan Surat Rindu untuk Ayah karya Lilis Puji Astuti. Keduanya bercerita tentang kerinduan. Rindu yang sama-sama belum bahkan berkemungkinan tak akan menemui “muara” pelampiasan.

Demikian lima tulisan favorit readaksi edisi kali ini. Nantikan 15 karya yang terpilih bersama edisi yang lain di bulan Januari ini dalam bentuk ebook di menu “buku” dalam m.kolong.team. atau dalam aplikasi kolong. Dan untuk naskah favorit pilihan redaksi yang akan mendapatkan honor kepenulisan jatuh pada naskah berjudul Kuburan Digital karya Mustabsyiratul Ailah (https://kolongkata.com/2020/01/05/kuburan-digital/). Kepada penulis diharapkan segera mengirim nomor rekening tujuan melalui nomor 085231268898.
Demikian untuk minggu ini. Selamat bermitra bersama kolong.team. Jangan lupa upload naskah buku dan nikmati koleksi karya di koleksi.kolong.team.


Tim Redaksi