Life is Legacy

Hari ini, di awal-awal tahun 2020 segala ikhtiar untuk agenda-agenda perbaikan mesti dimaksimalkan. Perbaikan akal, akhlaq dan karya mesti dicross check kembali agar sebelum masa ini berlalu ada pewarisan.

Life is legacy, hidup ini adalah pewarisan. Baik pewarisan secara ideologis maupun secara biologis.

Pewarisan ideologis adalah buah dari karya dalam Musabaqatul Fiqriyah (kontestasi idea). Pertarungan gagasan, menampilkan gagasan-gagasan terbaik untuk perbaikan dan kemajuan. Kita ini banyak diisi oleh kaum-kaum cerdas, rutin melahap buku, senang membenamkan diri dalam diskusi namun masih bersuka ria mengungkung diri dalam malu, walhasil ghirah untuk terjun dalam musabaqatul fiqriyah masih minim. Karya dalam musabaqah inilah yang akan menuntun dalam mewariskan sesuatu yang sifatnya biologis.

Pewarisan biologis adalah kehadiran sumber daya yang juga mampu melibatkan segala dayanya mengikhtiarkan perubahan. Tidak terkurung dalam konsepsi buta dan tuli hingga berani menyentuh segala aspek secara holistik. Tidak melulu memprioritaskan hal-hal yang sifatnya rasional hingga memarjinalkan emosional. Sebab keduanya butuh balance. Kesimbangan keduanya itu cukup untuk memaknai peta realitas.

Momentum awal 2020 tidak sesempit mulut terompet yang ramai dibunyikan, ianya adalah penanda bahwa bumi telah menyempurnakan rotasinya, melipat 365 fajar dan 365 senja. Semestinya ia menjadi dentuman muhasabah terhadap buah legacy yang telah dilahirkan. Adakah secara ideologis? adakah secara biologis? Jika ada selanjutnya apa lagi? Jika tak ada lantas apa yang sebenarnya telah berlalu?

Jim Rohn pernah mengingatkan setiap orang mesti bertanggung jawab meciptakan warisan yang bisa membawa generasi selanjutnya pada level yang (generasi) kita hanya mampu membayangkan. Lets create our legacy!


Bulukumba, Januari 2020