Lembaran yang Berbeda

Kuuntai kisah kita dalam secarik tulisan
Menjadikannya abadi, hingga kau dan aku menua lalu tiada

Bahagia kerap mengisi lembaran kertas yang berisi tentangmu
Hujan, senja dan malam menjadi bagian dari aku dan kau
Tak sedetikpun waktu yang aku lalui bersamamu aku lewatkan untuk kurangkai dalam kata
Jika Tuhan berkehendak boleh ku minta kau untuk kumiliki?

Malam berlalu dengan rintik yang berbekas di penghujung gelap
Ternyata Tuhan tak mengijabah doaku
Kau pergi meninggalkan segala kenangan yang ada
Lembaran tak lagi terisi

Aku hanya mampu meratapi kehilangan.
Hingga di hadir… merah, biru, kuning dan lembayun yang indah
Senyum merekah mengisi renungan

Tanpa ku sadari pena telah di tangan
Dan lembaran baru mulai terisi
Dengan kisah yang baru dan sosok yang baru pula.
Lembaran demi lembaran kan menjadi berbeda saat ini

Cukuplah menjadi pembaca yang baik yah
Meski kau dapati dirimu dalam setiap kata dalam tulisanku
Karena kau hanya menjadi kisah lalu
Dan berterima kasihlah pada ia yang saat ini hadir
Mengobati lukaku karena mu
~maa