Dahaga Keabadian

kau menutup mata
kau sengaja membisu
tak ingin disapa

tenggelam dalam kesuraman
sepi malam mencekam
namun tak membuatmu bersuara jua
kau memilih tetap diam
menatap datar ke depan

raut wajahmu pucat
bibirmu menghitam
seakan darahmu beku
kau kaku seperti mayat hidup

kau sapa telingaku
dengan suara serakmu
mati!
mati!
mati!
kau senyap seketika