Pilihan Redaksi Edisi Kedua Desember

Cinta memang penuh fantasi. Selalu memiliki kemewahan batin yang sama. Baik itu di hati orang kaya, di hati orang miskin, orang tampan atau jelek, orang jahat maupun baik. Cinta adalah fantasi bersama, tempat yang tepat menuangkan fantasi dan imajinasi. Terlalu muluk bila mengibaratkan kolongkata.com. sebagai “cinta”, tetapi mungkin tak ada salahnya menyebut diri sebagai “benih cinta”. Tempat yang kita harapkan – sejak awal sebagaimana benih – sebagai wadah imajinasi para penulis.

Edisi kali ini, redaksi menjatuhkan pilihan favorit pertama pada naskah Cuaca Buruk dan Ingatan tentang Sebuah Nama karya Muhammad Ilham Ismail. Puisi ini bercerita tentang usaha mengabadikan kenangan. Dengan menyisipkan simbol “nektar dan ambrosia” yang identik dengan mitologi Yunani sebagai minuman dan makanan dewa yang sering digambarkan memberikan keabadian, semakin mempertegas gagasannya. Kemudian seperti semua legenda, selalu ada akhir pada setiap usaha “mengabadikan” sesuatu.

Naskah Agora; Tragedi Pembungkaman Perempuan karya Siti Indah Khanazahrah menjadi naskah favorit kedua. Naskah ini mengulas sejarah sebuah tempat bernama Agora. Dalam kisahnya terdapat tokoh bernama Hipatia yang menjadi tokoh representatif berbagai gerakan. Naskah ini kemudian menjadi warna baru dalam koleksi bacaan di kolongkata.com.

Kemudian favorit ketiga, redaksi memilih naskah Jika Ada yang Bertanya karya Panji Dg Nakku. Naskah berbentuk puisi ini mencoba mengekspresikan sebuah konsep “keindahan” cinta namun tidak menemukan apapun yang bisa menjadi representasi dari konsep yang ia cari. Satu-satunya cara yang paling ampuh mampu ia tempuh adalah “membisu”.

Selanjutnya ada naskah Bencana Di Balik Cantik karya Ayu Andira. Tulisan ini menentang pandangan yang mengibaratkan perempuan seperti telur di ujung tanduk. Ayu lalu mengibaratkan bahwa perempuan itu seperti sebuah berlian, tidak peduli proses yang telah dilewati – masa lalu-, perempuan tetaplah berharga katanya.

Naskah terakhir adalah Hujan, Senja dan Pelangi karya A. Sari Elvian. Karya ini menunjukkan adanya kelemahan dan kelebihan pada “sesuatu”. Kemudian puisi ini seolah menunjukkan sikap ke-aku-an yang tinggi, hanya mementingkan kepentingan sendiri akan kebutuhannya terhadap “hujan, senja dan pelangi” dan metafora yang disandangnya.

Demikian lima tulisan favorit redaksi edisi kali ini. Nantikan 15 karya yang terpilih bersama edisi yang lain di bulan Desember ini dalam bentuk ebook di koleksi.kolong.team. Dan untuk naskah favorit pilihan redaksi yang akan mendapatkan honor kepenulisan jatuh pada naskah Cuaca Buruk dan Ingatan Tentang Sebuah Nama karya Muhammad Ilham Ismail. Kepada penulis diharapkan segera mengirim nomor rekening tujuan melalui nomor 085231268898.

Demikian untuk minggu ini. Selamat bermitra bersama kolong.team. Jangan lupa upload naskah buku dan nikmati koleksi karya di koleksi.kolong.team.

Tim Redaksi