Di Perantauanku

Anak rantauan
Ayah… Ibu…
Di sini ku tinggal dan menetap
Sementara waktu ku jauh darimu

Ku tahan rinduku dengan segala cara
Ku tahan tangisku di tengah keramaian
Banyak hal yang menggodaku untuk pulang

Rindu melihat wajah yang makin menua
yang hampir setahun ku tak melihatnya secara langsung

Namun, rinduku hanya sekadar rindu yang tak terselesaikan.
Kadang hati terasa senang kadang juga khawatir
Ketika engkau memberi kabar dari kejauhan sana
Terlebih ketika engkau memberi kabar yang kurang baik
Teriris hati ingin pulang memelukmu

Ayah… Ibu…
Kini aku dan kakak, putrimu telah jauh dari jangkauan mu
Kini ku tak dapat lagi melakukan kebiasaanku bercanda denganmu di setiap hariku
Dan tak dapat lagi merasakan
nikmatnya makan bersama di atas meja yang sangat sederhana itu

Ayah… Ibu…
Maafkan kami yang terlalu manja
Maafkan kami yang kadang tak memikirkan peluh yang kau keluarkan
Maafkan kami yang tak mengingat
bahwa kau tak lagi bisa mengeluarkan air matamu di kala kau sakit
Maafkan kami yang sering membuatmu marah
meski semenit kemudian kau tak mengingat kemarahanmu lagi.

Terima kasih telah menjadi penguatku di perantauanku
Terima kasih tetap menyayangiku meski ku sangat menjengkelkan
Terima kasih atas nasehat yang selalu sukses membuatku dewasa
Terima kasihku atas semua yang tak dapat ku ucapakan lagi
akan semua yang kau lakukan terhadapku