Bencana Di Balik Cantik

Cantik adalah dambaan setiap wanita. Kulit putih, rambut panjang, tubuh langsing dan banyak lagi definisi cantik lainnya. Namun pernahkah kita berfikir bahwa kecantikan bisa menjadi bencana? karena wajah yang cantik itu seseorang kadang melelang harga dirinya. Teringat dengan kutipan dalam buku “Cantik itu luka” yang mengatakan bahwa kecantikan ku adalah yang paling paripurna namun karena kecantikan-ku itu pula aku menyesali hidupku sendiri.

Dari kutipan itu aku mencoba mengingat kembali pertemuan ku dengan beberapa orang, yang memiliki latar belakang kelam. Salah satu di antaranya adalah wanita yang hari ini telah berada di titik hijrahnya menuju istikomah, ia berkata bahwa wajah cantik, kulit putih dan rambut indah yang ia miliki adalah milik semua lelaki. Ia berderai air mata mengingat seberapa murah dirinya. Ia lupa satu hal bahwa tak ada manusia yang tak memiliki dosa hingga ia hendak mengakhiri hidupnya karena tak kuat menahan resah dan malunya di hadapan orang lain.

Saya kira wanita ibarat berlian meski berlian di celupkan pada kotoran, di pecah menjadi kepingan namun ia tetaplah berlian yang berharga. Seperti itu pulalah wanita. Seburuk apapun masa lalunya, ia tetap wanita yang berharga. Maka dari itu jangan menghakimi masa depan karena masa lalu.

Jika mereka berkata bahwa perempuan ibarat telur di ujung tanduk yang jika pecah takkan ada gunanya lagi. Perlu kalian ketahui telur yang pecah itu masih mampu dimanfaatkan dengan hal lain. Takkan pernah ada yang sia-sia, itulah wanita. Masa lalu adalah guru yang terbaik dalam kehidupan jangan pernah menyalahkan masa lalumu cukup tata masa depanmu sebaik mungkin.

Ingat wanita adalah berlian yang berharga.