Jeritan Temu

Rindu telah mengoyak cemas akan temu,
jarak membentang mata nan meramu candu akan diri-mu.

Jeritan akan temu sungguh meronta denyut nan nafas tubuh-ku.
Sadar akan waktu yang memutar detik dan menitnya.
Menunggu pagi dan petang saling menukar sapa.

Masih hangat di pipi sentuhan jemarimu,
matamu yang menghipnotis seluruh imajiku.

Temu berwujud media tak bisa mewakili sentuhan akan-mu.
Jaraknya tetap jauh nan rindu yang semakin menderu.

Di sudut-sudut jendela
hanya gambar yang menghanyutkan moment bersamamu.
Menapaki jejak kisah nan kasih
akan kicauan senyummu sebelum lenyap.

Jeritan temu beradu syahdu,
do’a nan rentetan kata
mewakili harap akan manisfetasi rindu yang terucap.

Adakah rindu sebelum temu?
atau adakah rindu sebelum jarak
menjadi tabir akan mata yang pernah saling menatap?

Yah.. Ku tak pernah khawatir akan jarak,
melainkan temu tanpa sapa.
Engkau bagai Opium,
candu yang selalu memantik jeritan temu.

Kendari, Desember 2019