Labirin Hampa

Jejak-jejak langkah itu
Masih terdengar merdu
Masih basah tak tersentuh angin masa

Jejak langkah, taman dongeng masa putih abu-abu
Kususuri lorong-lorong waktu
Labirin perjalanan tak berujung
Delusi…. Hanya delusi!

Dalam sekejap, aku memilihnya
Asaku bernalar, pilihanku tak pernah salah
Jejak-jejak langkah terus kupacu
Menyelam dalam gulungan ombak lautan masa putih abu-abu
Tangisan darah! Cucuran keringat! Bersatu menjadi api!
Aku tergugu di persimpangan labirin
Pilihanku ternyata salah!

Mawar duri yang menerbangkan diri ke kubangan lumpur
Awal yang indah, bak raflesia yang terlihat ayu ditepian jurang
Aku terbawa arus!
Terlena jeratan waktu semanis permen kapas

Aku menikmati hari-hari tak bermakna di paruh waktu yang tersisa
Menawarkan senyum kepalsuan, drama kehidupan nampak ciamik
Nyatanya labirin ini memang tak berujung

Jejak-jejak langkahku kian melemah
Ragaku terseok diujung lelah
Ingin menyerah! Tapi aku belum melihat ujung labirin
Aku terus berlari!
Berlari dan mencari!
Tak kutemukan jua yang kucari
Kenapa? Kenapa semua terlihat semu?
Aku berbalik arah

Kulihat kembali lorong-lorong labirin yang telah kulalui
Begitu banyak waktu dan tenaga yang telah ku korbankan
Bodoh! Iya, bodoh jika aku berhenti
Bangkit! Aku kembali bangkit
Menggenggam dengan erat semangat yang pernah terhempas
Mengumpulkan sayap-sayap yang telah patah

Berlari! Berlari dan mencari!
Hingga aku menemukan sang matahari
Dia… Matahari yang menuntunku melewati labirin hampa
Dia… Matahari yang dikirim Tuhan untukku
Semangat itu kian membara, aku harus bangkit
Lagi… Semua hanya sementara, bagai langit senja

Badai itu datang kembali
Langkahku kembali terseok
Aku kembali jatuh dalam kubangan lumpur
Aku melihat matahariku
Dia masih disini
Kembali menuntunku melewati lorong-lorong labirin
Hingga aku sampai di titik di mana aku melihat ujung labirin begitu nyata

Aku kembali tergugu
Matahari yang menuntunku melewati labirin akan pergi
Katanya, tugasnya sudah selesai
Egois! Iya, egois jika aku menahannya
Dia punya mimpi!
Aku punya mimpi!
Mimpiku dan mimpinya berbeda
Dan semua harus berpisah, berakhir dengan senyuman