Kita yang Berbeda

Langit malam itu jadi sarang sajak
Ku habisi ia dengan kata-kata
Aku kian menyeru memanggil namanya
Namun tak ada balasan

Suaraku terbawa angin membeku di kedinginan
Sepoi angin kian kencang menghempas
harapan itu masih menggelombang dalam rasa
khayal yang masih menenggelamkan bising

kukeraskan panggilanku pada semesta
di tepi sungai di pegunungan
menggigil dalam kesunyian gelap turut tenggelam
arus deras membawa harapanku pergi
pergi di penghujung arus itu

bulan yang terang tak membutakan
setiap rentakan kakimu
mengikuti jalan kehidupan
berlepas menyeru pada angin
hingga semesta tahu mengapa tak ada balasan

aku yang kini melawan arah angin dan arus
ku hindari segala masa depan pengkhianatan
menengadah ke atas langit hitam pekat
mencaci nya dengan kata-kata yang menjajikan masa depan

hingga tenggerokan dikeringkan angin
lalu diam kaku membisu bersama angin yang perlahan hangat
kenyataan arus menari bersama arah kehidupan

malam lekas terbenam
kupilih jalan yang sepi
terninabobokkan bunyi ganas arus yang menonton di tepi sungai
menerima kenyataan kau dan aku yang berbeda
pada jalan kasih, nonaku menuntun hati kebijaksanaan
kini kau hangat dan mekar