Tempuh

Sebelum dan setelah kau pergi
Aku termakan kata-kataku sendiri
“sebaiknya, lupakan segala sesuatu selain cinta’
Dan kau lebih mencintai selainku.

Hari ini, cuaca pucat pasi
Matahari tidak terlihat seperti matahari
Aku belum mengecap apa-apa juga tidak mengucap kata-kata
Membiarkan mulutku kering merekah

Aku menggigit lidahku sendiri
Walau penyesalan tidak putus dengan gigi
Aku terbiasa menempuh banyak bahaya
Tapi kau lebih membuatku tidak berdaya

Perjalanan yang paling jauh adalah meninggalkan diri sendiri
Aku pernah menjadikanmu tujuan tanpa pernah singgah
Dan kau, mulai menua. Kerutan di dahi membentuk kecemasan.
Segala yang kutempuh lebih dulu menjauh
Juga aku, sejak tahu kau tidak di dalam diriku.