Pentingnya Berteori Sastra

“Langkah pertama pada pengetahuan adalah mengetahui bahwa kita tidak tahu apa-apa”

Pengetahuan selalu berkembang seiring berjalannya waktu selalu saja ada orang-orang yang mengupas dan mencari tahu kebenaran melalui metode-metode penelitian. Entah mencari pembaharuan ataukah memodifikasi segala macam pengetahuan yang sudah ada menjadi pengetahuan yang baru.

Dewasa ini kita telah sepakat dan mengambil salah satu kebenaran universal bahwa sastra itu dinamis (mengikuti zaman) dan Sastra manifestasi terdekat dari kehidupan itu sendiri. Tanpa disadari pula sastra begitu dekat dengan kita tetapi sebagai orang-orang pegiat sastra atau penikmat karya sastra sepatutnya kita wajib memahami teori-teori sastra. Teori sastra adalah pisau bedah untuk meneliti atau menganalisis sebuah karya sastra, teori sastra sudah lama berkembang dan perkembangannya begitu signifikan sampai sekarang.

Namun kita selalu terjebak pada narasi besar/wacana yang ada di sekitar kita bahwa yang mempelajari teori sastra hanyalah seorang pengkritik karya sastra saja atau para akademisi (mahasiswa sastra). Maka dari itu tulisan ini sekadar memberitahukan ke khalayak bahwa sastra juga mempunyai teori untuk membedah sebuah teks dalam karya sastra, tujuan utama dalam membedah isi teks sastra adalah untuk mengetahui makna tersirat yang ada di dalam karya sastra sehingga karya sastra bukan lagi sebagai media hiburan tetapi dijadikan sebagai penyampaian informasi secara imajinatif dan estetik.

Beberapa teori sastra yang berkembang dan masih digunakan sampai saat ini yaitu teori formalisme rusia, teori strukturalisme, teori psikologi sastra, teori marxisme, teori semiotika sastra dan beberapa teori-teori baru yang muncul seperti postmodernisme, ekokritik sastra dan Feminisme. Tulisan ini hanya menyampaikan sebagian kecil dari luasnya pengetahuan ilmu sastra saat ini. Untuk mencintai sebuah karya sastra maka perlu mendalami ilmunya juga, salam sastra semesta raya.

[TheChamp-FB-Comments style="background-color:#fff;"]