Somasi, Amnesti dan Dekonstruksi

Setelah sekian banyak peristiwa. Berlalu dimakan waktu

Sekumpulan jiwa tersesat
Di antara penjarah yang tak kasat
Suara setengah parau bergumam

“Ibu, kami kelaparan, tolong berikan sesuap nasi kepadaku”

Nyanyian memanggung di telinga para penanggung
Menggelegar di semesta
Meresahkan jiwa
Serta mampu menghancurkan kursi-kursi emas di atas penderitaan

Kali ini manusia masih terjajah.

“Ibu, taukah kau tentang berita gembira di hari esok?”

Waktu terus berderap maju,

Manusia,
Memiliki cita dan cinta
Untuk tujuan ke tanah rantau
Tanah pijakan yang tak merisau

Bertemu dengan manusia
Saling memanusiakan di hadapan Tuhan
Di tanah asa, manusia melepaskan rantai penindasan
Hidup tanpa keresahan

“Ibu, sudah cukup candaanmu, aku bukan anak-anak”

Waktu terus mengatakan somasi
Tapi Ilahi terus memberi amnesti
Manusia harus terus mendekostruksi.

Parangtambung, 01 Januari 2019