Joker dan Bullying

Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang dilakukan oleh satu atau sekelompok orang dengan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang bersifat negatif secara berulang kali yang tujuannya adalah menyakiti, merendahkan, atau menjatuhkan harga diri orang lain. Bullying ini terjadi karena ada kesenjangan power/kekuatan antara pelaku dan korbannya. Bullying bisa terjadi pada siapa dan oleh siapa saja, film “Joker” menjadi contoh menarik akibat dari perbuatan bullying. Joker yang bernama asli Arthur Fleck ini mempunyai penyakit ‘Mentall Illnes’ yang mana muncul oleh karena banyak faktor, bisa karena stres, depresi karena mengalami tekanan yang dalam terhadap mental, atau traumatik akan kehilangan sesuatu dan seseorang. Tekanan batin karena lingkungan sekitar atau orang tua, kurang perhatian atau kasih sayang dari orang sekitarnya. Joker mempunyai profesi sebagai badut di salah satu perusahaan tempatnya bekerja, tetapi nasib buruk menimpanya, ia dipecat dari perusahaan tersebut.

Bullying terjadi di kehidupan Joker tiap harinya. Pada suatu hari ia bekerja untuk berniat menarik minat pengunjung dari sebuah toko, tetapi sekumpulan anak-anak remaja menghampiri dan melakukan tindakan kekerasan, timbul rasa putus asa di dalam dirinya dan membuatnya berhalusinasi sendiri.

Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting untuk mendidik anak, seperti mengajarkan hal-hal yang berguna untuk masa depannya dan menjaga diri dari lingkungan sekitarnya, karena lingkungan sekitar bisa memicu seorang anak mengalami perubahan dengan cepat, entah dia mengikuti pergaulan dari teman atau yang lainnya kemudian berdampak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Film Joker tersebut juga mengajarkan bagaimana pentingnya orang tua untuk merawat dan mengawasi anaknya dari kecil hingga dewasa untuk menjadi manusia yang berguna bagi orang-orang sekitarnya. Jadi, Stop Bullying!