Hoax

Hoax merupakan berita bohong atau palsu yang sengaja dibuat oleh satu pihak untuk merugikan pihak lainnya, baik itu suatu perusahaan, organisasi, maupun seseorang dengan tujuan untuk memanfaatkan kepentingan dari pihak penyebar hoax tersebut.

Melihat keadaan lapangan akan kemajuan teknologi informasi komunikasi yang sangat pesat memberikan dampak positif sekaligus negatif. Dalam praktiknya setiap orang dengan mudah dapat memproduksi informasi dan menyebarkan informasi tersebut, yang dapat cepat tersebar melalui media sosial. Jika kemajuan teknologi ini digunakan dengan bijak akan berdampak positif, namun tidak semua pengguna media sosial bijak dalam menggunakannya sehingga berkembangnya berita hoax tidak bisa dihindari. Sering kali publik yang tidak mengetahuinya pun akan langsung menyerap berita yang ada dan mempercayainya.


Berdasarkan survei MASTEL tahun 2017 yang dilakukan KOMINFO, media sosial menjadi media tertinggi dalam penyebaran hoax yaitu senilai 92.4%, di urutan kedua disusul oleh aplikasi chat senilai 62.8%, di urutan ketiga ada situs website senilai 34,9%, pada urutan keempat hingga ketujuh adalah televisi senilai 8.7%, media cetak senilai 5%, email senilai 3,1%, dan terakhir ada radio senilai 1,2%. Dengan persentase yang kurang dari sepuluh persen data di atas membuktikan bahwa media sosial bagaikan senjata yang sangat tajam apabila tidak bijak dalam menggunakannya. Media sosial bagaikan sekretaris yang berkerja 24 jam karena tidak ada waktu offline, dan dapat diakses kapan pun.

Saat berita hoax terus menyebar luas dan merajalela tanpa adanya perlawanan balik, terdapatnya sikap acuh dan tidak peduli. Masyarakat tentu akan terpengaruh dan mengikuti arus yang ada, merugikan masyarakat itu sendiri. Maka dari itu kita sebagai publik harus memiliki pengetahuan yang cukup luas dalam menangani masalah–masalah yang muncul dan masyarakat yang bijak adalah masyarakat yang memilah informasi yang akan diterimanya terlebih dahulu.

Kepedulian masyarakat akan bahaya penyebaran hoax membuat terciptanya suatu organisasi sosial yang peduli akan bahayanya fenomena penyebaran hoax di media sosial yang memprihatinkan, karena berita hoax sangat erat kaitannya dengan persepsi masyarakat. Sebagian besar dari mereka mempercayai berita yang justru palsu dan terbawa suasana sehingga menyebarluaskan berita palsu yang ada.

Organisasi sosial yang terbentuk diantaranya Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, Sekoci Hoaxes, Indonesian Hoaxes Community, Indonesian Hoax Busters, dan lain lain. Organisasi sosial ini terbuka bagi umum. Publik dapat mengikuti lamannya dan bergabung ke dalam grupnya. Publik bisa bertanya mengenai berita yang diragukan sebagai hoax, maupun melaporkan berita hoax yang diterimanya. Tidak hanya itu saja, publik juga dapat membaca berita–berita yang hoax sehingga tidak akan mempercayai berita tersebut dan akan lebih bijak lagi dalam bertindak.