Memulai Hari yang Baik

Saat kedua matamu terpejam, sebelum engkau terbangun dari tempat tidurmu di subuh hari, bisikkanlah di jiwamu bahwa setiap hari engkau kembali dilahirkan ke dunia ini. Setiap saat Allah melimpahkan kehidupan yang baru kepadamu. Untuk itu masuklah ke dalam kehidupan itu, ambillah napas yang dalam, bersyukurlah karena dengan bersyukur rezeki itu bertambah, dan janganlah engkau menilainya sebatas rezeki saja. karena jika Allah telah membangkitkanmu pada pagi hari yang baru, maka berarti Dia juga telah menyiapkan rezeki untuk mu.

Dan Allah juga selalu mengingatmu, memberikan perhatian, pandangan, dan perlindungan-Nya kepadamu dan Dia lebih dekat kepadamu lebih tahu tentang dirimu daripada dirimu sendiri. Oleh karena itu jika Allah senantiasa bersamamu, dalam setiap detak langkahmu, dalam setiap tarikan napasmu, dalam setiap lintasan jiwamu, lalu bagaimana mungkin engkau merasa resah dan sedih? Sungguh jika demikian, maka naaslah jiwa yang seperti itu! Naaslah jiwa yang sama sekali tidak tahu akan keberadaan Tuhannya!

Apabila matahari telah terbit itu berarti keadaan akan lebih membaik, selama engkau beriman, Allah akan menolongmu keluar dari kemelut hidup yang kusut. Bunga tidaklah tumbuh dari dari pohon yang lain, melainkan dari benihnya sendiri. Sedangkan apa yang terkait persemaian itu dari luar hanyalah sebatas unsur pembantu, dan janganlah lupa! Kehidupan tidaklah terang dengan pancaran matahari, melainkan dengan senyumanmu memahami sepenuh kesadaran akan semua ini.

Oleh karena itu, setiap engkau bangkit dalam hari yang baru, berdoalah untuk orang yang engkau sakiti hatinya, kepada orang-orang yang engkau menaruh benci kepadanya. Lakukanlah semua itu dengan ikhlas dan tulus agar hatimu bercahaya, wajahmu pun menjadi cerah.

Coba perhatikan sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, berikut;

“Satu hal yang paling membuat hati bercahaya adalah berdo’a untuk orang yang engkau marah kepadanya.”

Untuk itu setiap kali engkau bangun di pagi hari berdoalah demikian; “Hari ini, jika Allah mengizinkan, maka kau akan mendekapnya dengan penuh kecintaan.”

Kemudian bukalah kedua matamu di hari yang telah terbit penuh dengan cinta dan kasih sayang yang telah bermekaran dari dalam hatimu. Dan saat itu engkau benar-benar telah berada dalam kehidupan yang penuh dengan pancaran cahaya. Karena engkau telah meninggalkan apa yang ada di luar, dan menemukan mentari yang berada di dalam hatimu sendiri.