Pilihan Redaksi Edisi Ketiga Oktober

Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya. Lirik lagu ini seakan mewakili edisi favorit kolongkata.com minggu ini. Betapa tidak, dari lima naskah yang terpilih, masing-masing mengangkat tema yang berbeda.

Edisi kali ini, redaksi menjatuhkan pilihan pada naskah Joker Perlu Alquran. Naskah yang ditulis oleh M. Ahsan Agussalim ini mengulas film Joker yang sedang populer saat ini dari sudut pandang religius terkhusus pada pandangan Islam. Ahsan menilik sikap seorang tokoh Joker yang mengambil sikap yang seharusnya tidak perlu diikuti atau dibenarkan. Sejauh apapun penindasan dan penderitaan yang dialami seseorang tidaklah wajar dijadikan pembenaran atas kejahatan yang dilakukan, menurutnya.

Selanjutnya redaksi memilih naskah Matinya Wacana Kopi sebagai favorit kedua. Oleh Dinasty, naskah ini mengajak pembaca untuk mengembalikan “kopi” pada ruang-ruang dialektika yang menjadi saksi atas lahirnya gagasan-gagasan brilian sebagaimana “kopi” membersamai “mereka” yg telah dikenal agar tdk selamanya bergumul pada hedonis.

Ketiga, Naskah Belantara Waktu karya Abd. Gani menakar nilai waktu dari pandangan dunia barat dan timur. Perbedaan slogan antara dua peradaban pada tataran implementasi kemudian Abd. Gani rujuk pada perilaku manusia utamanya mahasiswa dan birokrat kekinian terlihat adanya ketimpangan. Ada yang salah dari cara kita “merangkul” waktu.

Drama Dimulai, naskah puisi karya Ayatullah Patullah pilihan keempat ini bermain diksi dengan metafora yang unik. Ayatullah berhasil menangkap satu sisi yang kompleks dari tragedi tolong-menolong yang ternyata tak lebih dari sebuah sandiwara. Kritik terhadap satu-satunya rujukan “tikus-tikus berdasi” yang sering basa-basi dalam puisi ini cukup “gurih”.

Terakhir ada naskah Kotak Kenangan karya Rialveca. Puisi ini menggambarkan belenggu kesedihan yang dalam. Tokoh “aku” yang terbiasa dengan kesedihan kemudian jenuh, ia yang tahu harus berbuat apa sebagaimana biasanya, namun kadang ada sesuatu yang di luar rencana hingga “mengenang” adalah satu-satunya pilihan untuk menikmati.

Diksi yang ringan dan mudah dicerna berhasil dimainkan oleh Irmalasari Sikki dalam naskah Juppati kemudian seolah membawa sejumlah prediksi-prediksi “mistis” menuju klimaks naskah berbentuk cerpen ini. Anti klimaks yang tak terduga berupa tahi lalat begitu menarik buat redaksi hingga menjadikannya naskah favorit kedua.

Demikian lima tulisan favorit redaksi edisi kali ini. Nantikan 15 karya yang terpilih bersama edisi yang lain di bulan Oktober ini dalam bentuk ebook di koleksi.kolong.team. Dan untuk naskah favorit pilihan redaksi yang akan mendapatkan honor kepenulisan jatuh pada naskah Joker Perlu Alquran karya M. Ahsan Agussalim. Kepada penulis diharapkan segera mengirim nomor rekening tujuan melalui nomor 085231268898.

Demikian untuk minggu ini. Selamat bermitra bersama kolong.team. Jangan lupa upload naskah buku dan nikmati koleksi karya di koleksi.kolong.team.

Tim Redaksi

[TheChamp-FB-Comments style="background-color:#fff;"]