katamu

katamu, cepatlah sembuh nanti kuajak kau makan gado-gado. setelah sembuh, ternyata kasihmu yang lain yang kau ajak.

katamu, nanti kita minum kopi bersama tapi nantimu itu hanya untuk bersama kasihmu (lagi).

ternyata selama ini memang aku saja yang terlalu menaruh harap, bukan tuk dicintai tapi dianggap “ada”. pada waktu yang memangsa hari kutaruh begitu banyak harap padamu.

meski berujung sia-sia, selesai sebelum dimulai, pisah sebelum terikat, terima kasih setidaknya beberapa hari itu sudah cukup untuk kusimpan dalam ruang rindu.