Sujud

Sepertiga malam ku bangun dari tidurku, terbangun dari mimpi yang mungkin lebih indah dari realitasnya. Adakalanya aku bersedih hati ketika aku merasa telah cukup berupaya tapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang ku harapkan. Adakalanya telah cukup kuat tekadku tetapi masa tak menghendakinya. Tidak dapat kita pungkiri bahwa ujian hidup pasti ada, tak mengenal siapapun orangnya. Kepedihan yang ditimpakan atas diri kita justru mengukuhkan jiwa-jiwa kita, membersihkannya dari segala kotoran yang menghinakan kita. Atas izin Tuhan maka derajat kita pun akan lebih terangkat. Hanya saja saat ini permasalahannya bukan itu, terkadang kita hanya mengingat Tuhan saat kita membutuhkannya saja. Tuhan hanya dijadikan sebagai pengakuan bagi umatnya tanpa harus tahu bagaimana cara bertuhan yang benar. Seakan-akan kita hanya berfikir bahwa Tuhan yang membutuhkan kita padahal itu salah besar.


Pernahkah kalian berfikir apa saja yang kalian lakukan dalam hidup ini dan berapa banyak kebaikan yang kalian berikan? Padahal kita sadari bahwa tak sedetikpun kita lepas dari pengawasanNya. Bukannya kita justru harus malu dengan apa yang telah kita lakukan. Terlalu banyak kezaliman yang kita lakukan. Kalau kita persentasikan, lebih banyak kezaliman yang kita lakukan daripada kebaikan. Bahkan di akhir zaman ini dengan perkembagan teknologi yang semakin canggih, kaum muslimin telah kehilangan berbagai sarana yang mengukuhkan mereka di atas bumi ini. Dengan demikian, mereka diombang-ambingkan oleh badai yang tak kenal ampun. Padahal kalau kita berpikir, Tuhan tak butuh apa-apa dan tak pernah meminta sedikitpun dari kita. Justru kita yang jarang berdoa kepadaNya, jarang meminta dan memohon kepadaNya selalu diberikan apa yang selalu menjadi kebutuhan kita. Sekali lagi bukannya kita harusnya malu?

Mungkin saat ini aku sedang merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa darinya, keluargaku mungkin sedang diberikan rezeki yang cukup baik saat ini. Namun berbarengan dengan hal itu, Ayahku mengalami musibah, dirinya harus menjalani perawatan yang cukup intensif di rumah sakit. Sungguh sangat mudah bagi Tuhan untuk membuat skenario kehidupan. Sesungguhnya urusan-Nya apabilla dia menghendaki sesuatu dia hanya berkata kepadanya. “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu (Q.S Yasin [36] : 82).

Aku berdoa agar diberikan kekuatan. Namun, Tuhan memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya. Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan. Namun, Tuhan memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya. Aku berdoa agar diberikan keberanian. Namun, Tuhan memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya. Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan. Namun, Tuhan memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.

Tuhan memberikanku rezeki yang melimpah saat ini. Namun, Tuhan juga memberikan peringatan agar aku tak terlena dengan rezeki yang diberikan. Ketika aku berdoa kepadanya, aku terkadang tidak menerima semua yang kupinta namun aku mendapatkan semua yang kuperlukan. Sungguh Tuhan tidak butuh sujudmu, namun kitalah yang memerlukan sujud kepadanya.