Negeriku di Bulan September

Sebelum membahas lebih jauh tentang persoalan yang mencekam, ku ucapkan selamat datang di negeri ku yang kaya dengan manusia yang cerdas. Kata kasino warkop “Indonesia tidak kekurangan orang cerdas tapi kekurangan orang jujur”.

Mungkin itu yang menjadi pokok permasalahan di negeri ini, sebuah sistem yang menjadi landasan masyarakat berbangsa dan bernegara. Namun tidak di dasari dengan sebuah kejujuran.

Kata Fahri Hamzah “Dalam rancangan undang undang yang telah dibuat dan akan disahkan harus kita hormati sebagai warga negara sebab itu pemikiran dari anak bangsa yang berlabel professor”.

Namun menurut pendapat penulis, ini adalah sebuah pemerkosaan intelektual sebab rancangan undang undang itu sendiri termasuk ngawur. Yang menjadi pertanyaan kenapa pemikiran yang berlabel professor kalah dengan pemikiran anak TK?

Imbasnya mayoritas dari rakyat Indonesia tidak terkecuali mahasiswa menolak RUU tersebut. Mahasiswa pun melakukan demonstrasi pada bulan September di beberapa kota di negeri ini termasuk Makassar.

Beberapa aliansi dari Makassar menunjukan sikapnya di jalanan menolak kebijakaan pemerintah. Namun kejanggalan terjadi di setiap demonstrasi sebab mahasiswa selalu berlawanan dengan aparat kepolisian.

Entah apa yang merasuki kepolisian, kenapa setiap demonsrasi mahasiswa selalu berlawanan dengan aparat yang tugasnya adalah mengayomi dan melindungi. Karena pada hakikatnya bukan aparat yg menjadi lawan dari mahasiswa namun ketidakadilan.

Konsikuensinya ada beberapa dari mahasiswa yang mengalami luka bahkan kematian. Menurut pendapat penulis ini bagaikan rezim otoriter, barang siapa yang menghalangi kebijakan akan dilenyapkan dengan segala cara.

Prof.DR.Ahmat Syafii Maarif mengatakan bahwa budaya restu merestui atau biasa disebut musuh demokrasi yang masih mewarnai kehidupan politik harus dilenyapkan sebab budaya semacam ini dapat mematikan potensi kreatif bangsa. Akhir dari tulisan ini solusinya tidak ada, kecuali menghentikan sama sekali main restu merestui ini, jika memang bangsa ini ingin berangkat dewasa dan maju.