Mengurai yang Tak Usai (3)

doa personal membumbung ke langit, di bumi kemanusiaan semakin melayang

kakak beradik mengais tong sampah, sementara yang bermobil minta kelimpahan rezeki.

Kudengar si botak bicara kesejahtraan, diselingi isak tangis anak kecil dari gubuk samping rumahnya.

Kudengar aktivis berteriak idealitas dibayangi seorang anak kecil, memungut bekas minumnya di ujung sepatunya.

Kulihat pengangguran meneguk secangkir kopi, dimulutnya bicara ketimpangan, meski tanpa solusi ujungnya.

Kulihat ibu-ibu menawar cabai, sambil mengumpat harga kian mahal. Dia lupa, baru saja gabahnya diangkut dengan harga tinggi.

Kusaksikan anak-anak jajan, kusaksikan perempuan-perempuan jalan,
kusaksikan buruh-buruh berpeluh,
kusaksikan umarah-ulama berpelukan.

Apakah masalah telah usai?