Menuju Puncak atau Nadir?

Lihatlah kamerad, mereka tetap membual basung.

Koalisi-Oposisi tunduk di bawah bayang oligarki.

Amanah rakyat dipasung.

Eksekutif tak ubahnya boneka yang hampa dan kosong.

Setan bertoga dengan balutan simare dan bef itu tampil atas nama wakil Tuhan.

Mereka semua bekerja dan menari dengan topeng.

Tidakkah penyemu itu menganggu urat saraf mu?

Kamerad, untuk tetap “sehat” dalam kondisi seperti ini, kata Orwell, kita mesti memundukkan sistem saraf kita sendiri.

Atau mungkin lari ke dalam dunia Kappanya Akutagawa, dunianya para quemoocha, dunia non etis di mana yang buruk adalah baik, bohong adalah jujur.

Oh iya kamerad.. saya juga penasaran dengan kelanjutan cerita si penunggang aksi berjilid kemarin.

Sekarang mereka pada ngapain yah? Massa jutaan yang menggemparkan dunia itu juga pada kemana? adakah bocoran atau trailer dan sejenisnya? kalau jadwal rilisnya sudah keluar, kabari saya yah.