Harga Menuju Perdamaian

Sebuah perubahan menuju perdamaian adalah proses yang panjang dan tidak mudah, adanya tindakan represif dan anarkis sulit dihindarkan. Pada tanggal 26 September 2019 telah terjadi peristiwa tragis dalam era millennial saat ini. Seorang mahasiswa yang terlibat aksi demonstrasi penolakan RUU KUHP dan KPK tewas di ujung selongsong aparat keamanan. Sistem demokrasi menjadi abu-abu setelah diaduk sedemikian rupa oleh mereka yang berkuasa hingga tampak seperti sebuah tirani.

24 hingga 27 September telah membuat sejumlah kota besar Indonesia menjadi saksi bahwa bulan ini adalah bulan bersimpuh darah, bercucuran air mata, serta musim kemarau dengan derasnya hujan gas air mata. Mungkin bisa dikata, dari Sabang sampai Merauke mahasiswa turun ke jalan sebagai representatif dari aspirasi rakyat. Terkait ditunggangi atau tidaknya itu bukanlah prioritas, namun ini adalah seruan hati, panggilan jiwa. 

            Demonstrasi yang berlandaskan asas kedamaian terbantahkan dengan adanya kericuhan di hampir setiap titik aksi. Entah adanya provokator atau mahasiswa yang anarkis, namun secara garis besar yang dimuat di media seakan mahasiswa hadir sebagai pembuat kerusuhan dan harus dilumpuhkan dengan segala cara disertai dengan alasan yang membenarkan tindakan represifnya.

            Seyogianya, aspirasi bisa tersampaikan dengan lancar tanpa kerusuhan, namun ini seakan menjadi tradisi bahwa di mana ada demonstran maka mereka menganggap di sana akan terjadi kerusuhan. Tidak ada yang perlu disalahkan karena masing-masing punya kepentingan yang layak mereka perjuangkan, namun kita ketahui bersama bahwa kepentingan tertinggi adalah berada di tangan rakyat.              “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Sebuah kutipan dari Bung Karno. Inilah akhir dari perjalanan SEDARAH ‘September Berdarah’ dan mudah-mudahan tidak akan ada lanjutan. Di balik narasi ini, harapan tertuang bahwa kita tetap satu kesatuan. Menjalani konflik beberapa hari namun mengalami keharmonisan kebangsaan yang tak terhingga.