Untukmu Para Pengayom

Ini bukan surat lamaran
Bukan juga surat kecaman
Terlebih surat cinta untuk mengungkapkan perasaan
Ini hanya sebatas pesan yang sedikit bernada peringatan

Untukmu para pengayom yang biasa disebut polisi
Katanya kalian pelopor keamanan dan kenyamanan bagi kami
Katanya kalian pengayom dan pelindung masyarakat tanpa terkecuali.
Lantas kenapa para pelajar yang juga bagian dari masyarakat kalian pukuli
Lalu masyarakat mana yang sebenarnya kalian ayomi dan lindungi?

Pak polisi
Tugas kalian menangkap penjahat
Atau melindungi para pejabat
Atau melindungi pejabat yang sekaligus penjahat?

Pak polisi
Seragam, pentungan dan senjata kalian itu hasil dari uang rakyat
Kenapa kalian gunakan memukuli pelajar hingga ada yang berujung di kamar mayat
Sementara mereka hanya menyuarakan keluh kesah rakyat
Yang darinya kalian bisa hidup tanpa melarat

Pak polisi
Kenapa begitu enteng kalian tembaki kami gas air mata dengan tragis
Kalian pikir perjuangan akan usai setelah kalian tembaki kami begitu sadis

Jangan harap
Perjuangan tak akan usai selama mereka yang kalian lindungi masih berwatak bengis
seenaknya mengeluarkan kebijakan tanpa melirik rakyat kecil yang terus bermandikan tangis

Pak polisi
Kalian pikir setelah berhasil memberi luka memar disertai cucuran darah
Perjuangan akan berakhir dengan kata menyerah?
Kalian salah
Tak ada kata usai bagi mereka yang amat serakah
Yang mengaku perpanjangan tangan rakyat tapi nyatanya bedebah

Pak polisi
Perjuangan kami memang sangatlah sulit
Tapi selama rakyat terus saja terjepit
Dan mereka tak hentinya menjerit
Maka kami akan menjemput kemenangan itu hingga terbit

Sedarah (September berdarah)

Kontroversi beberapa RUU