Pilihan Redaksi Edisi Ketiga September

Menyoal sebuah tanggung jawab, sepertinya mau tidak mau kita harus menyinggung kedewasaan. Dewasa dalam hal ini tentang sikap dan berpikir, sebab usia bukanlah ukuran kedewasaan seseorang. Kolongkata.com hari ini berusaha semakin mendewasakan diri dari berbagai perpektif, termasuk dalam representatif dari kehadiran naskah-naskah penulis muda yang terus memancarkan semangat menjadikan literasi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kemanusian dan pencipta.

Pada Edisi ketiga September, naskah-naskah yang masuk banyak berisi tentang hubungan antara hamba dan pencipta, termasuk tanggung jawab yang melekat padanya. Di samping itu, juga tentang cinta yang menjadi bayang-bayang edisi sebelumnya.

Kali ini redaksi seolah disadarkan oleh naskah yang juga menjadi pilihan terfavorit versi redaksi, bahwa bagaimanapun bentuk interaksi yang kita lakukan di dunia ini, pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan juga kelak di hari yang sudah dijanjikan. Delegasi dari Tuhan yang menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi juga menyertakan pertanggungjawaban sebagai kewajiban tiap individu. Narasi tersebut tergambarkan dalam naskah terfavorit pilihan redaksi yang berjudul Amanahmu Pertanggungjawabanmu Kepada Tuhanmu karya Nurul Magfirah Ismi.

Pilihan terfavorit kedua jatuh pada naskah Bertuhan atau Beragama nukilan Panji Dg Nakku. Naskah ini tergolong unik dengan narasi yang menyinggung bagaimana ummat beragama saat ini memperlakukan agama dan Tuhannya. Panji menalar agama secara defenisi yang berarti secara harfiah yaitu tidak kacau, kemudian dia benturkan dengan realitas mengingat maraknya konflik yang mengatasnamakan agama. Hal ini menurutnya sebuah kontradiksi, sebab konflik tersebut seolah menunjukkan perilaku tak bertuhan.

Naskah favorit ketiga ada tulisan Herman dengan judul Penghambaan Diri Kepada Tuhan. Herman menuliskan kritikan terhadap perpecahan ummat yang beradu kebenaran dalam beragama. Menurutnya ummat beragama terkait dua hal, yakni penyembahan/ penghambaan dan perilaku. Terkait penyembahan, itu adalah hubungan manusia dengan Tuhannya, ada aturan ritual ibadah yang tidak perlu masuk akal untuk melakukannya. Sementara perilaku adalah hubungan manusia dengan sesamanya. Dalam berperilaku, bisa saja terjadi kesalahan dan perdebatan atas penerimaan dan penafsiran masing-masing individu karena berlaku hukum dialektika di dalamnya. Orang yang beragama bukan berarti terlepas dari kesalahan, dan kesalahan tidak akan menggugurkan nilai beragama seseorang karena Tuhan telah menyediakan pintu taubat bagi manusia.

Selanjutnya ada naskah Kepemimpinan Perempuan Berbasis Multi Agama oleh Aulia Rifai. Naskah ini bercerita tentang potensi kepemimpinan seorang perempuan di tengah budaya patriarki. Kemudian terakhir ada naskah Buta Aksara-Moral dan Kejumudan Peradaban oleh Askar Nur yang menukil tentang pentingnya gerakan literasi untuk mengatasi buta aksara, termasuk di dalamnya buta aksara-moral (perilaku menyimpang akibat gagal paham).

Demikian lima tulisan favorit readaksi edisi kali ini. Nantikan 15 karya yang terpilih bersama edisi yang lain di bulan September ini dalam bentuk ebook di koleksi.kolong.team. Dan untuk naskah favorit pilihan redaksi yang akan mendapatkan honor kepenulisan jatuh pada naskah Amanahmu Pertanggungjawabanmu Kepada Tuhanmu karya Nurul Magfirah Ismi. Kepada penulis diharapkan segera mengirim nomor rekening tujuan melalui nomor 085231268898.

Demikian untuk minggu ini. Selamat bermitra bersama kolong.team. Jangan lupa upload naskah buku dan nikmati koleksi karya di koleksi.kolong.team.

Tim Redaksi