The Perfect Muslimah

Perempuan!!! Bagaimana mungkin keberadaannya bisa diremehkan dan diacuhkan, padahal ialah yang menjadi penentu baik buruknya sebuah peradaban. Bagaimana bisa pendidikan padanya ditelantarkan, padahal dialah yang jadi pendidik pertama bagi generasi selanjutnya.

The Perfect Muslimah, adakah seorang wanita yang memenuhi kriteria “perfect” sebagaimana yang saya bayangkan? Adakah wanita yang indah akhlaknya, teduh parasnya, brilian otaknya, luas pemahaman agamanya, hebat prestasinya, luas pengaruhnya, dahsyat kontribusinya. Adakah???

Indah Akhlaknya. Tak ada sekata pun dari lisannya yang menyakiti sesama. Tak ada sekelebat pandangan pun yang mengarah pada yang tak dihalalkan. Tak ada seucap yang didengarnya yang mengandung kerusakan. Tak ada seucap kata pun yang mengandung kedustaan. Ia sangat dicintai oleh sekitarnya. Ia mampu menjaga raga dan jiwanya dari tindakan yang tak diridhai oleh Tuhannya.

Dalam ilmu agamanya. Keilmuan yang sangat diprioritaskan oleh Islam adalah keilmuan yang bersangkutan dengan perintah agama. Ia sangat cinta belajar. Ia sangat cinta dengan ilmu. Ia belajar agama kepada orang yang tepat, ia mengkaji agama dengan giat, ia berkomunitas dengan komunitas religi yang hebat.

Teguh Imannya. Keyakinannya pada kebenaran agama yang diyakininya sama sekali tidak diragukan. Itu yang membuatnya tak enggan untuk mengabdikan diri di jalan kebaikan. Asalkan untuk kepentingan agama, ia tak pernah ragu untuk tampil pertama.

Cerdas Akalnya. Ia terus mengasah akalnya hingga kecerdasanlah yang justru meminta untuk diletakkan di otaknya. Wawasannya luas, ide-idenya brilian, cara berpikirnya logis, imaginasinya hebat, dan daya ingatnya kuat. Ia menjadi pribadi yang cerdas akalnya dan tinggi intelektualitasnya.

Luas Pergaulannya. Dia bukan pribadi yang nyaman dengan kesendirian. Dia bukan individualis. Dia orang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Temannya bertebaran dimana-mana. Hampir semua orang ingin menjadi sahabatnya, karena ia memiliki sfat-sifat yang indah. Sehingga saat ada orang yang mengenalnya, tak ada sedikitpun hal buruk yang diceritakannya justru malah orang-orang akan dengan bangga mengakui bahwa dia mengenalnya dengan baik

Indah Parasnya. Parasnya indah, bukan karena kosmetik tebal yang menutupi naturalnya wajah. Bukan karena perawatan mahal yang membuat wajahnya indah. Tapi karena aura kasalehan memancar dari dalam. Kita biasa menyebutnya inner beauty. Kecantikan yang hadir dari dalam diri, wajahnya cerah karena wudhu senantiasa membasahi wajahnya. Matanya indah karena tidak pernah menyaksikan yang dilarang Tuhan. Bibirnya indah karena tak pernah mengucap kata-kata yang menyakitkan. Raganya indah karena tak pernah terlihat auratnya di hadapan yang bukan mahramnya. Jilbabnya menjulur hingga menutup dadanya. Busananya sederhana namun enak dipandang mata. Parasnya teduh membuat hati menjadi adem.

Perfect muslimah bukanlah wanita yang turun dari langit atau sudah sejak dari lahir dikaruniahi kesempurnaan melainkan merekalah muslimah yang senantiasa berproses untuk memperbaiki dirinya. Karena ia sadar kalau bukan dirinya yang memperbaiki lantas siapa lagi yang mampu memperbaiknya? kalau bukan sekarang dia memperbaiki diri lantas menunggu kapan lagi? Muslimah ini sadar bahwa seseorang yang hebat atau dikategorikan mampu menginspirasi pasti awalnya hanya orang biasa-biasa yang bersedia melewati segala proses yang ada hingga membentuk dirinya mendekati pribadi muslimah perfect.

“Saya percaya bahwa kesempurnaan seorang manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Maka, setiap ada rasa kagum pada seseorang, saya selalu menyisakan ruang dalam jiwa untuk menerima segala kekurangannya. Paling tidak sebagai obat jika kelak ada rasa kecewa”

“Jika terpaksa kita harus membenci sebuah kata, saran saya, bencilah kata “rata-rata”. Jadi orang yang rezekinya rata-rata, prestasinya rata-rata, idenya rata-rata, tampangnya rata-rata, jabatannya rata-rata, kerjanya rata-rata, gajinya rata-rata, amalnya rata-rata, perjuangannya rata-rata. Padahal karunia Tuhan pada manusia adalah sesempurna-sempurnanya. Harusnya prestasinya juga melejit, rezekinya melangit, dikala gagal segera bangkit. Sekali hidup harusnya rezekinya hebat, prestasinya mantap dan kontribusinya dahsyat.”

“Pancarkan kilau Islam dengan akhlakmu. Bukan hanya dengan keras meneriakaan “Syariat” lantas mengabaikan akhlak. Islam adalah pembawa keselamatan. Jika kamu ber-Islam, itu artinya kamu telah mengikrarkan diri bahwa kamu menjamin keselamatan sekitarmu dari lisan dan tanganmu. Batal ke-Islam-an kita ketika sesama justru merasa terancam oleh kehadiran kita. Islam itu indah, pancarkan indahnya dengan akhlakmu”.

“Kalau wanita berakhlak baik dan berpikir positif. Maka ia adalah angka 1 kalau ia juga cantik maka imbuhkan 0, jadi 10. Kalau ia juga punya harta, imbuhan lagi 0, jadi 100. Kalau ia cerdas, imbuhkan lagi 0, jadi 1000. Jika seseorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama maka ia hanya “000”. Tak bernilain sama sekali.”

“Orang biasa tetapi melakukan pekerjaan-pekerjaan besar itu yang lebih kita butuhkan dibanding orang-orang yang kelihatannya besar, tapi hanya mampu melakukan pekerjaan yang remeh. Kehidupan The Perfect Muslimah bukan untuk dikagumi, tapi untuk diteladani. Bukan untuk disanjung-sanjung melainkan untuk dihikmati. Bukan untuk dipuji-puji, tapi untuk dijadikan pedoman untuk menggapai kualitas pribadi yang makin berkembang dari waktu ke waktu”

“Selamat berproses menjadi The Perfect Muslimah, Insyaallah jalanNya selalu ada..!!!”